Kamis, 22 Desember 2011

Pertanyaan dari Peserta Jilid 1 - It's about Women

      Apakah benar ovum yang paling baik itu diproduksi saat usia 20-24 tahun?
Perlu diketahui bahwa sel telur seorang wanita (ovum) telah diproduksi saat seorang wanita berusia 6-7 minggu di dalam kandungan ibunya. Saat ia lahir, maka tersedia sekitar 1-2 juta ovum di dalam indung telurnya. Lebih penting lagi, tidak terjadi pembentukan ovum baru saat seorang wanita dilahirkan. Dengan demikian jelaslah bahwa usia ovum dalam indung telur seorang wanita adalah hampir sama dengan usianya sendiri. Dengan dasar ini dapat dipahami bahwa semakin lanjut usia seorang wanita akan berdampak pula dengan semakin banyaknya paparan hal-hal yang tidak diinginkan (seperti zat kimia, radiasi, polutan) terhadap ovumnya. Dengan mengkombinasikan hal ini beserta faktor-faktor biopsikososial wanita, maka dikenal adanya suatu periode reproduksi sehat. Periode ini berkisar antara usia 20-35 tahun pada mana reproduksi pada kurun waktu ini diharapkan akan memberikan hasil yang paling optimal. Sekali lagi, ovum wanita tidak diproduksi lagi saat wanita tersebut dilahirkan ke dunia ini.

  Apa yang dimaksud dengan masa subur pada wanita dan bagaimana cara mengetahuinya?
Masa subur dikenal pula dengan istilah ovulasi. Pada seorang wanita normal, ovulasi terjadi kira-kira 12-14 hari sebelum haid yang akan datang. Walaupun demikian, periode ovulasi pada tiap wanita amat bervariasi sehingga diperlukan beberapa metode untuk mengenalinya. Pada waktu-waktu di sekitar ovulasi, biasanya seorang wanita akan merasa adanya keputihan yang encer akibat adanya rangsangan dari hormon estrogen yang meningkat. Kemudian bila diperiksa, dapat ditemukan lendir mulut rahim yang encer dan elastis. Cara lain untuk mengetahui adanya ovulasi adalah dengan mengukur suhu basal badan (suhu badan saat bangun tidur dan sebelum memulai aktivitas). Pengukuran dilakukan dengan menggunakan termometer khusus. Ovulasi diduga terjadi apabila terdapat kenaikan suhu basal badan dibandingkan rata-rata pada hari-hari sebelumnya.
Bila cara ini dirasakan kurang praktis, saat ini telah tersedia tes urin khusus yang dapat digunakan untuk mengetahui saat ovulasi. Biasanya tes dilakukan mulai 5 hari sebelum tanggal prediksi terjadinya ovulasi.

      Apakah wanita yang sudah mengalami menstruasi dipastikan dapat hamil?
Belum tentu. Pada tahun-tahun awal pubertas, siklus menstruasi seorang wanita belum tentu menghasilkan sel telur. Hal ini disebabkan oleh belum optimalnya kerja sistem hormon reproduksinya. Dibutuhkan waktu beberapa tahun agar sistem ini secara konsisten dapat menghasilkan sel telur. Walaupun demikian, periode waktu pematangan ini amat bervariasi untuk tiap wanita sehingga potensi kehamilan selalu diperhitungkan apabila siklus menstruasi telah dimulai.


Apakah cairan pelumas di vagina yang sering dikeluarkan akan habis?
      Tidak. Cairan pelumas di vagina dihasilkan melalui proses transudasi dari aliran darah yang melalui anyaman pembuluh darah di vagina. Pada saat terjadi rangsangan seksual pada wanita, maka anyaman pembuluh darah di vagina akan melebar yang menyebabkan perlambatan aliran darah. Akibatnya akan terjadi perpindahan cairan dari dalam pembuluh darah keluar menuju liang vagina. Dengan memahami proses ini maka jelaslah bahwa cairan pelumas vagina tidak akan habis asalkan dicapai proses perangsangan seksual yang memadai bagi seorang wanita.


Apakah masturbasi dapat merusak selaput dara?
Apabila masturbasi dilakukan dengan memasukkan jari atau alat-alat tertentu melalui liang vagina, maka kemungkinan besar selaput dara dapat mengalami kerusakan. Walaupun demikian, hal ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli kandungan.
Di sisi lain, masturbasi yang dilakukan dengan merangsang klitoris tanpa memasukkan apapun ke dalam vagina belum tentu akan merusak selaput dara. 


Apakah yang dimaksud dengan kista indung telur? 
Kista adalah istilah umum yang secara populer berarti adanya suatu kantung berisi cairan. Bila lokasinya terdapat pada indung telur, maka disebut kista ovarium atau kista indung telur. Secara garis besar kista indung telur dapat digolongkan menjadi kista fungsional (berasal dari aktivitas pematangan sel telur), kista neoplasma (berasal dari proses keganasan atau pra-keganasan), dan kista endometriosis (berasal dari aktivitas jaringan selaput lendir rahim yang menempel pada indung telur). 
oleh dr. Hartanto Bayuaji, SpOG (K)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar